About

This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 12 Agustus 2011

Cuk Pecuk Raih Tahta Birding Competition 2011


Kepedulian mahasiswa ITS terhadap lingkungan patut diacungi jempol.  Hal itu dibuktikan dengan kemenangan tim Pecuk Biologi ITS dalam lomba 2nd Annual Baluran-PLN Birding Competition 2011 di Taman Baluran, Situbondo. Tidak tanggung-tanggung, juara satu dan tiga pun berhasil mereka raih, Rabu (27/7).

Surabaya, ITS Online - Dari 5 tim Biologi ITS yang diikutkan dalam lomba 2nd Annual Baluran-PLN Birding Competition 2011, Tim Cuk Pecuk ITS meraih juara pertama. Sedangkan, Tim Mudskiper Glodok Jaya ITS berhasil merebut juara ketiga. Dalam perlombaan tersebut, mereka dituntut untuk mengamati morfologi, sifat, dan keunikan burung di Taman Baluran.

Tim Cuk Pecuk beranggotakan tiga mahasiswa Biologi angkatan 2009. Mereka adalah Citra Fitri Riany, Ahmad Yanuar dan Sita Hamzati. Mereka meraih juara pertama setelah berhasil mengumpulkan data 70 spesies Burung di Taman Baluran selama 5 hari.

Awalnya, mereka sempat tidak percaya akan kemenangan yang mereka raih. Karena lawan mereka merupakan tim tangguh. "Lawannya tidak hanya sesama mahasiswa, ada tim dari taman nasional, tim Konservasi dan tim profesional lainnya," ungkap Januar.

Persiapan yang mereka lakukan pun tidak terlalu spesial. Sebelum perlombaan mereka hanya mengikuti pelatihan yang diadakan Pecuk Biologi ITS. "Persiapan khusus tidak ada, kami hanya ikut Pelatihan Teknik Survey Burung Pantai (PTSB) yang diadakan Pecuk," lanjut Yanuar.

Ketertarikan terhadap burung juga menjadi salah satu faktor dari kemenangan Tim Cuk Pecuk. Menurut mereka, burung merupakan bagian penting dari lingkungan hidup.  "Burung merupakan biota yang perlu dilindungi, mereka merupakan bioindikator lingkungan," tegas Yanuar.

Mereka juga menghimbau kepada warga ITS untuk selalu menjaga lingkungan hidup burung di ITS dan sekitarnya. "Mari tumbuhkan kecintaan terhadap burung dan galakkan  lagi wilayah konservasi burung di ITS," tutupnya (izz/niv) 
DIKUTIP DARI ITS.ONLINE

BIOLOGI ITS TEMUKAN ACETOBACTER DI KULIT PISANG


JAKARTA – Bagi sebagian orang kulit pisang hanyalah sampah. Namun di tangan ketiga mahasiswa Biologi Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), sampah ini dapat diolah menjadi sesuatu yang berguna.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Dadang H Mustofa, Sidratu Ainiyah, Achmad Arifianto terdapat kandungan bakteri Acetobacter pada kulit pisang Ambon, pisang Raja, dan pisang Kepok. Namun kandungan terbanyak diperoleh dari pisang Kepok sebanyak empat bakteri.
Acetobacter merupakan bakteri yang memiliki manfaat bagi kehidupan manusia serta potensial bagi perkembangan Bioteknologi.

''Bakteri tersebut mampu menghasilkan asam asetat non sintetis,'' ujar Dadang seperti dikutip dari ITS Online Sabtu (28/5/2011). Zat ini banyak digunakan untuk produksi serat dan kain. Namun dalam industri makanan berfungsi untuk mengatur tingkat keasaman makanan.

Mereka mencetuskan untuk mengolah bakteri tersebut sebagai minuman cuka pisang. Minuman ini sangat sehat karena terdapat barbagai nutrisi di dalamnya, seperti asam amino dan serotonin untuk menyeimbangkan mood dan menyehatkan retina mata.

Meski sempat mengalami keraguan dan berbagai kendala dalam merealisasikan produk ini, kini ketiga mhasiswa semester empat ini tengah diterima di tiga univeristas, UPI, Unesa dan UNY untuk  menyeminarkan jurnal mereka dalam seminar nasional. Penelitian ini juga telah terpublikasikan di lebih dari 5 web atau ke google ketik cuka pisang.

''Beribu bakteri dalam tanah yang kita genggam, namun belum semua termanfaatkan. Sehingga kami berpikir bahwa penelitian itu tidak ada batasnya,'' ujar Dadang.
Dikutip dari kampus.Okezone.com (klarifikasi: bukan kepok, melainkan raja)

Kamis, 11 Agustus 2011

BUBUR IKAN SEHAT ALA MAHASISWA BIOLOGI ITS

BUBUR IKAN SEHAT ALA MAHASISWA BIOLOGI ITS
UNTUK MENANGGULANGI GIZI BURUK DI KOTA MEGAPOLITAN



Sore itu di balai RW2 Kelurahan Kedungcowek, Kenjeran-Surabaya terlihat tak seperti biasanya, rame sekali. Terlihat ibu-ibu dari berbagai latar belakang profesi berduyun-duyun mendatangi tempat tersebut, tak lupa membawa bayinya. Suara tangis bayi dan bagaimana ibunya menenangkan serta perbincangan antar ibu-ibu membuktikan adanya interaksi yang sehat dan menambah riuhnya acara tersebut. Pasalnya, di tempat tersebut akan diadakan penyuluhan bubur ikan sehat untuk BALITA ala mahasiswa Biologi ITS. Bubur ikan sehat ini dimaksudkan sebagai makanan pendamping ASI yang diformulasikan khusus untuk menanggulangi gizi buruk di Kecamatan tersebut, kata Arifianto.
Ide penyuluhan tentang bubur ikan tersebut dimulai sejak beberapa waktu lalu Arifianto dan kawan-kawan berkunjung ke pantai ria kenjeran. Disana terdapat sumber daya ikan yang sangat melimpah. Namun kenyataannya sumber daya tersebut tidak mampu mensejahterakan masyarakat disana. Hal ini dibuktikan dengan laporan di Jawa Pos yang menyatakan bahwa tingkat gizi buruk di Kecamatan Kenjeran dikategorikan tinggi. Memahami hal di atas Arifianto dan kawan-kawan mencetuskan visi yang mulia untuk memberantas gizi buruk di tempat tersebut dengan mengoptimalkan sumber daya lokal berupa ikan dalam bentuk produk MPASI yaitu BUISET (Bubur ikan sehat).
Acara penyuluhan tersebut dimulai pukul 16.00 dan dibuka oleh Sdri. Ima Mufidatul ‘ilmi, salah satu penyuluh. Menarik sekali acara penyuluhan tersebut, para penyuluh yang terdiri dari 5 mahasiswa Biologi ITS yaitu: Arifianto, Ardhiani, Riesya, Dadang, dan Ima mempraktekkan secara langsung cara membuat bubur ikan sehat tersebut. Setelah matang bubur ikan sehat ini langsung bisa dinikmati oleh para peserta penyuluhan. Sementara memasak mereka juga menjelaskan tentang pentingnya nutrisi pada BALITA, cara pembuatan BUISET, sampai nutrisi yang terkandung di dalamnya. Penyuluhan tersebut dihadiri oleh ibu-ibu se-kelurahan Kedungcowek. Mereka terlihat antusias terhadap penyuluhan yang diprakarsai Mahasiswa Biologi ITS tersebut, terbukti mereka turut membantu memasak dan berebut mencicipi. Ibu Khoirotun, salah satu peserta penyuluhan mengaku senang atas kedatangan Mahasiswa ke kampungnya, “mereka ramah-ramah, buburnya juga enak dan gurih” kata beliau. Acara penyuluhan tersebut kemudian ditutup pukul 15.30 dengan acara ramah tamah dan berdiskusi masalah gizi dan BALITA. Setelah selesai para penyuluh memberikan kenang-kenangan resep bubur ikan sehat sebagai bekal memasak di rumah. Mereka juga mengingatkan kepada peserta penyuluhan bahwa mereka akan kembali lagi untuk membuat acara lomba memasak bubur sebagai upaya controlling keberlanjutan program.
Tidak mudah perjuangan Arifianto dan kawan-kawan untuk merealisasikan acara penyuluhan tersebut. Mulai dari membuat formulasi/resep bubur ikan yang disukai balita, perijinan dan birokrasi ke kelurahan, melakukan pendekatan kepada masyarakat, mengonsep dan mempersiapkan acara penyuluhan. Hingga akhirnya dapat melaksanakan acara tersebut dengan baik dan memuaskan. Arifianto dkk mengaku cukup puas dengan capaiannya selama ini. Namun mereka masih mempunyai PR besar yang harus dikerjakan, yaitu controlling keberlanjutan program. “Untuk controlling keberlanjutan program, kita sudah menyiapkan langkah berikutnya, tentunya acara akan lebih heboh, yaitu lomba memasak bubur antar RT” ungkap Ardhiani, salah satu anggota tim dari Banten, disambut meriah anggota tim yang lain. Mereka berharap acara hari ini dapat berguna bagi masyarakat lokal, meningkatkan kesejahteraan mereka, serta menggugah para pemuda dimanapun berada untuk turut serta peduli terhadap masalah publik dan terjun langsung untuk menciptakan solusi dan mengaplikasikan ilmunya kepada masyarakat. Semoga harapan-harapan mulia mereka dapat terwujud dan memberikan inspirasi kepada kita semua bahwa masih banyak orang-orang di sekitar kita yang membutuhkan pundak kita untuk bangkit, bahkan di kota megapolitan seperti Surabaya. Lanjutkan!

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More